Sabtu, 13 Juli 2013

Mustang ala Pesawat Tempur

Ford meluncurkan 2014 Mustang US Air Force Thunderbirds Edition yang dirancang untuk merayakan ulang tahun ke-60 dari Thunderbirds, dan mobil ini hanya ada 1 di dunia.

Mobil ini akan dilelang di Wisconsin pada 1 Agustus mendatang.


Desain cat mobil ini didesain menyerupai jet F-16 Falcon yang digunakan divisi ini. Menggunakan Vehicle Identification Number (VIN) 0001, mobil ini menggunakan part-part racing dari Ford termasuk supercharger, suspensi baru dan rem Brembo.


Di kabinnya, jok belakang sudah dicopot. Mobil ini mengaplikasi layar yang telah didesain khusus, instrument cluster anyar sampai bordir Thunderbirds. "Siluet pesawat terlihat ketika pintu terbuka," kata Ford dalam statmennya.


Nantinya, hasil pelelangan mobil ini akan digunakan untuk program EAA Young Eagles yang telah menerbangkan 1,6 juta anak sejak 1992.


Sumber
Read more »

Selasa, 09 Juli 2013

Mammoth utuh berusia 39 ribu tahun Membeku

Mammoth adalah gajah purba yang telah punah. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada gajah normal yang ada di dunia saat ini. Ber-gading melingkar membentuk kurva ke arah dalam dan, dalam spesies utara, dengan rambut panjang. Mereka hidup dalam masa Pleistosen sejak 1,6 juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu. Kata mamut berasal dari bahasa Rusia (мамонт).
Ada kesalahpahaman bahwa mamut lebih besar dari gajah. Spesies terbesar mamut yang diketahui, Mammoth Sungai Songhua, memiliki tinggi sekurangnya 5 meter pada pundaknya. Mamut umumnya memiliki berat 6-8 ton, namun mamut jantan yang besar beratnya dapat mencapai 12 ton. Gading mamut sepanjang 3,3 meter ditemukan di utara Lincoln, Illinois tahun 2005. Sebagian besar spesies mamut memiliki ukuran sebesar Gajah Asia modern

Mammoth 39 ribu tahun Membeku
Mammoth yang ditemukan di pedalaman Siberia ini, akan dipamerkan di Yokohama, Jepang, mulai dari 13 Juli sampai 16 September. REUTERS/Toru Hanai

Mammoth 39 ribu tahun Membeku
Mammoth ini diperkirakan tewas karena jatuh kedalam air dan terjebak didalamnya selama ribuan tahun, sehingga darah dan bagian tubuh lainnya masih lengkap. REUTERS/Toru Hanai

Mammoth 39 ribu tahun Membeku
Selain bangkainya yang masih awet, darah merahnya juga masih menetes dari dagingnya yang juga awet. REUTERS/Toru Hanai

Mammoth 39 ribu tahun Membeku
Seorang peneliti mempelajari temuan darah Mammoth berusia 39 ribu tahun, di lokasi penemuannya di pulau terpencil Siberia. dailymail.co.uk


Mammoth 39 ribu tahun Membeku
Kaki dari Woolly, Mammoth betina berusia 39 ribu tahun masih hangat terselimuti bulu halusnya. REUTERS/Toru Hanai

Mammoth 39 ribu tahun Membeku
Seorang pekerja dar Exhibition Hall di Yokohama, Jepang, memperhatikan belalai dari seeokor mammoth betina yang berusia sekitar 39 ribu tahun. REUTERS/Toru Hanai

Sumber : 
- Wikipedia.com
- www.tempo.co


Read more »

Jumat, 21 Juni 2013

Upload Foto dari kamera DSLR di Facebook dengan cepat


Oke kali ini saya akan sedikit share tentang software favorite saya ketika ingin mengupload foto di Facebook dll,

sering kali jika kita mengambil gambar melalui kamera DSLR dan ingin menguploadnya di facebook resolusi gambar yang aslinya pastinya sangat besar, dan membutuhkan waktu yang lebih lama jika kita lansung meng-upload ke facebook.

Solusinya adalah mengubah resolusi foto-foto anda sebelum di upload, biasanya kita sering menggunakan software adobe photoshop, namun bagaimana jika gambar anda berjumlah ratusan atau bahkan ribuan?

dengan sofware FotoSizer
dengan software ini anda dapat mengubah resolusi ratusan foto dengan cepat,
Software ini sangat berguna bagi anda yang ingin mengubah resolusi yang sama banyak gambar dalam 1 folder. Selain itu anda juga bisa mengubah penamaan file-file gambar tersebut bersamaan, sehingga anda tidak perlu repot-repot rename file tiap gambar secara manual satu persatu. 

Download File : Klik untuk Download
Read more »

Laba-Laba Jantan Mati Setelah Bercinta

i-790b362e8b49933c0cf9f938992df6a5-spider_pos_1.gifi-5a1d0c3793531fe23e259a259c45f7fb-spider_pos_2.gifi-0d38dd6ec42273d878f8c9186f7daf28-spider_pos_3.gif
Tragedi asmara melanda semua makhluk, termasuk makhluk berkaki delapan. Laba-laba jantan mendekati laba-laba betina (yang berukuran empat kali lebih besar). Sang betina menghindar, tapi jantan merayap semakin mendekat.

Akhirnya, jantan berhasil memeluk betina dengan menggunakan kaki-kaki kecilnya, menaiki betina, dan memasukkan “penis” ke alat kelamin betina serta menyuntikkan sperma.

Kemudian, kaki laba-laba jantan mengerut. Ia tidak bergerak, jantungnya berhenti bergerak.

Laba-laba pemancing jantan (Dolomedes tenebrosus) kawin hanya dengan satu laba-laba betina, dan hal tersebut menyebabkan kematian seketika dan kerusakan alat kelamin, menurut penelitian terbaru. Jasadnya kemudian dimakan laba-laba betina kemudian.

Kisah mengerikan ini bukanlah kasus kanibalisme seksual pertama, ketika seekor laba-laba (biasanya betina) memangsa pasangannya setelah mereka kawin. Namun, tidak seperti spesies laba-laba lain yang betinanya memakan sang jantan, laba-laba pemancing jantan tampaknya mati karena sebab-sebab internal.

Peneliti Steven Schwartz, mahasiswa jurusan ekologi perilaku hewan di University of Nebraska-Lincoln, menemukan kematian mendadak laba-laba pemancing secara kebetulan. Tadinya Schwartz ingin mencari tahu apakah laba-laba pemancing jantan hanya kawin dengan satu betina sepanjang hidupnya (monogini).

Namun ketika ia mengamati lebih saksama, Schwartz menemukan bahwa laba-laba jantan mati setelah sekali kawin. Mati sendiri, bukan dibunuh sang betina, ujar Schwartz.

Semua laba-laba jantan memiliki dua organ tambahan yang dikenal dengan istilah pedipalp (atau biasa disingkat palpi). Saat laba-laba jantan matang secara seksual, mereka berejakulasi ke jaring-jaring sperma dan mengisapnya dengan palpi, yang mengembang karena tekanan cairan. Saat kawin, laba-laba jantan menyalurkan sperma ke dalam tubuh betina dari salah satu palpi-nya, yang kemudian mengempis.

Namun untuk spesies laba-laba pemancing, organ palpi tetap menggembung dan tidak berguna setelah kawin. Laba-laba jantan kemudian mengerut dan teronggok tidak berdaya di dekat tubuh laba-laba betina. Dalam beberapa jam, ia mati.

Penyebab kematian sang jantan tampaknya berkaitan dengan membesarnya ukuran palpi, ujar Schwartz. Dalam beberapa kasus, Schwartz secara tidak sengaja memicu pembesaran tersebut, dan laba-laba jantan akhirnya mengerut dan mati.

Laba-laba pemancing betina kemudian akan memakan laba-laba jantan yang mati, namun ada beberapa keuntungan yang didapat oleh laba-laba jantan, setidaknya gennya diturunkan pada anaknya.

Memakan laba-laba jantan dapat mengurangi kemungkinan laba-laba betina “menggoda” laba-laba jantan lainnya, hal tersebut meningkatkan kesempatan bahwa hanya laba-laba jantan yang mati itulah yang menjadi ayah dari anak-anak sang betina.

“Jika seekor laba-laba jantan dapat memonopoli seekor laba-laba betina, laba-laba jantan lainnya akan memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk kawin,” ujar Schwartz. Dengan “memakan sang jantan” kondisi tubuh sang betina dapat terjaga sehingga menghasilkan keturunan yang lebih sehat. Jadi bagi laba-laba jantan, “kematiannya tidak sepenuhnya sia-sia,” ujar Schwartz.

Monogini dan perilaku mengorbankan diri bagi sang betina juga terjadi di beberapa spesies lain, antara lain laba-laba punggung merah Australia. Strategi kawin semacam ini sering kali terjadi di antara spesies dengan jumlah jantan yang lebih tinggi dibandingkan betina, sehingga laba-laba jantan memiliki kesempatan kawin yang terbatas.

Bagi laba-laba pemancing jantan, yang hanya mempunyai satu kali kesempatan untuk kawin, pengorbananmu tidak sia-sia.

Sumber
Read more »

Pengikut

 
Powered by Zaky Blogger